Rumah Sakit Cahaya Khusus Untuk Orang Mampu.
di sana,kalau belum siap dioperasi,kalau sedikit saja terlambat melahirkan secara normal ,siap-siap saja perutnya di belah(operasi).
Salah seorang orang tua dari pasien yang berobat di rumah sakit Cahaya saat ditemui wartawan lensautusan.com,baru- baru ini,menyesal berobat di sana, selain bayaranya yang tinggi,anak saya yang berobat disana juga tidak sembuh,terpaksa saya bawa berobat ke Rumah sakit di Mandau.
Lain halnya nasip seorang tukang becak yang istrinya pernah di operasi di rumah sakit cahaya,beberapa waktu lalu,anaknya terpaksa harus ditinggal di rumah sakit tersebut untuk jaminan, karena belum ada dana untuk membayar biaya operasi persalinan,mau tidak mau ayahnya seorang tukang becak yang cacat tersebut harus merelakan becaknya di jual untuk menebus anaknya yang masih di tinggal dirumah sakit tersebut sempat satu minggu.
Untuk menyambung hidupnya ,terpaksa ia harus mengemis di setiap pasar mengharap belas kasih orang lain.sementara pemerintah terkait ,Dinas kesehatan tidak pernah mengambil tindakan pada pemilik rumah sakit swasta tersebut.
Ditempat lain salah seorang dokter puskesmas di kecamatan tanah putih ditemui wartawan,terkait rujukan lanjutan untuk menjalani perobatan tetap diarahkan berobat kerumah sakit cahaya,karena pemilik Rumah sakit cahaya adalah ketua IDI kabupaten Rokan hilir. Saat ditanya mengapa dirujuk berobat kerumah sakit cahaya,kok tidak dirujuk RSUD di Bagan siapi-api api atau RSUD pekan Baru,jawabnya kami di arahkan Rujuk Berobat ke Rumah sakit Cahaya.
Kami takut pak karena pemilik Rumah sakit Cahaya itu atasan kami,mau tidak mau kami rujuk kesana saja. terangnya pada wartawan".(H.HR)

Post a Comment