PEMBANGUNAN JALAN PULAU HARAPAN YANG DILAKUKAN TIM PELAKSANA KERJA DESA DIDUGA ASAL JADI.
Rupat,Lensautusan.com-Pembangunan
jalan yang terletak di Desa Dungun Baru diduga asal jadi dan banyak ditemukan yang
tidak sesuai,jalan Pulau Harapan ni dibangun menggunakan Sumber Dana P3ID
dengan total nilai sebasar Rp.129.130.000 dengan lama pekerjaan 30 Hari
Kalender.
Pekerjaan
Semenisasi Jalan Pulau Harapan ini dikerjakan pada anggaran tahun 2017,yang
mana memilki Panjang 140X3X0,15M,namun saat ini dari hasil pekerjaan tersebut
banyak dijumpai kecurangan dari pihak Tim Pelaksana Kerja Desa(TPK).
Namun
setelah ditinjau langsung kelokasi dimana semenisasi tersebut dikerjakan,memang
benar jalan yang dikerjakan tersebut banyak menemukan kecurangan,dan dapat di
lihat panjang jalan yang tertera di papan volume 140 M,namun yang dijumpai di
lokasi panjang jalan tersebut hanya 132 M,berarti terdapat kekurangan jalan 8 M
lagi.
Dari segi
Ketebalan coran tersebut yang ketebalannya 0,15M diduga tidak sampai yang telah
di tertulis di papan volume.
Sampai saat
ini belum ada tindakan yang dilakukan oleh kepala Desa setempat,untuk memberi
teguran atas pekerjaan semenisasi yang diduga banyak kecurangan tersebut.Saat
dijumpai wartawan Lensautusan.com Joni
selaku mantan Dusun IV mengatakan bahwa Jalan Pulau Harapan yang dikerjakan
pada tanggal 29 bulan 12 tahun 2017,Tim Pelaksana Kerja Desa telah melakukan
kecurangan di dalam pekerjaan semenisasi tersebut.
Ditambahkan
Joni bahwa sampai saat ini Tim Pelaksana Kerja Desa tersebut belum mendapat
teguran dari Kepala Desa Dungun Baru dan Pendamping Desa.Joni juga mengatakan
Dana yang digunakan untuk pembuatan jalan tersebut seharusnya untuk pembangunan
Gudang,tapi kenapa kok dilarikan ke pembangunan jalan tanpa ada pemberitahuaan
kepada kepala Dusun,RW,RT,Dan Masyarakat.
Dan bisa
kita saksikan sendiri kondisi jalan yang dibangun hampir 11 bulan lebih
ini,kondisinya sangat memprihatinkan dan kami masyarakat Desa Dungun Baru
memperkirakan paling lama 1 tahun jalan Pulau Harapan ini mengalami kondisi
yang cukup parah sehingga sulit untuk dilewati masyarakata
sekitar.”Ujarnya.(M.Simatupang)


Post a Comment