JEMBATAN PENYEBERANGAN BELUM RAMPUNG SUDAH DIPERGUNAKAN
Labura,Lensautusan.com-Sarana
Penyeberangan jembatan titi gantung yang terletak di Dusun Hutabaru Desa
Sialang taji Kec.Kualuh Selatan Kab,Labura,belum selesai di kerjakan pihak
rekanan (pemborong)sudah dipergunakan warga melintasi untuk menyeberangi sungai
netek.
Pekerjaan
titi gantung ini pada T.A 2018 sekitar pada bulaan februari dan selesai
(ditinggalkan)pihak rekanan sekitar bulai mei 2018.dari informasi yang di
himpun Lensautusan.com bahwa proyek pengerjaan “Titi gantung “ini ditalangi
Dana APBD Provinsi Sumatra Utara.
Ketika
Lensautusan.com berada dilokasi titi gantung pada Rabu (27/11)tidak ada di
temui plang proyek,namun sebelumnya kepada Lensautusan.com Kepala Dinas
Kab.Labura Yanri,ST ketika dikantornya mengatakan bahwa proyek pembuatan Titi
gantung yang terbuat dari besi itu diperkirakan nilai pagunya sebesar Rp.500
juta lebih.
Pihaknya
terlibat terlibat pada saat penegrjaannya hanya sebatas membantu dengan memberi
kendaraan Dinas BPBD jenis double cabin untuk mengankut bahan material seperti
pasir dan bati.Dan ketika hal ini juga dipertanyakan keabsahannya dengan
menggunakan kendaraan plat merah untuk mengangkut material ke suatu
proyek,Yanri menganggap hal itu tidak melanggar peraturan.Dan terkait Fhinising
pekerjaan Titi Gantung yang belum maksimal yang saat ini sudah dipergunakan
masyarakat dengan menaiki kendaraan roda dua,Yanri,ST dengan tegas
mengungkapkan kepada Lensautusan.com bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab
terhadap hasil dan resiko pekerjaan pembuatan jembatan jenis Titi
gantung.Silahkan ditanya kepada Dinas BPBD Provinsi Sumatra Utara.”Ujarnya.
Ketika
Lensautusan.com berkunjung ke lokasi Titi Gantung untuk melihat hasil pekerjaan
dari pemborong tersebut,diduga pekerjaan ini dilakukan asal-asalan saja oleh
pihak pemborong.Seperti dikatakan masyarakat setempat,dan masyarakat yang
sedang melintas diatas titi gantung kepada lensautusan.com bahwa besi
penyanggah sisi kiri,dan kanan sudah banyak yang rusak dan lepas dan
dikatakannya juga bahwa landasan menuju titi belum selesai,sehingga masyarakat
masarakat sendiri yang mengambil inisiatif untuk membuat sendiri landasan titi
dengan menggunakan potongan kayu yang sudah di ukur tanpa mengukur nilai dan
komposisi ketahanannya.
Namun
dari sisi ekonominya Titi gantung ini adalah salah satu Alternatif untuk
mempersingkat jangkauan(jarak tempuh)para pengguna jalan bila menuju Desa Kuala
Bnagka dengan menghemat waktu sekitar 1-2 jam perjalanan.Tetapi jika di lihat titi
gantung ini belum sepenuhnya layak untuk di pergunakan karena tidak ada
petunjuk standarisasi volume dari pihak terkait,sehingga kedepannya di duga
akan ada korban jiwa.
Dan
kuat Dugaan hal ini terjadi disebabkan karena proyek ini diduga belum ada timbang
terima antara pihak rekanan dengan unit satuan kerja pemilik dan penentu
anggaran yang dimaksud tidak lain BPBD Provinsi Sumatra Utara dan seakan-akan
proyek ini bermasalah dan ditinggal begitu saja,atau sebaliknya sudah selesai
tetapi tidak sesuai dengan spek atau RAB.(MS)


Post a Comment