Artikel: Karakter Guru yang Digugu dan Ditiru
Oleh: Jumaiyah, S.Pd
Guru digugu dan ditiru, sepenggalan slogan yang tercanang di masyarakat . Segala tindak tanduk , prilaku dan sikap guru cendrung diikuti oleh para siswanya. Guru ibarat rule mode(artis )bagi siswanya, oleh karena itu guru harus memberikan cerminan sikap dan prilaku yang baik kepada siswanya.
Profesi guru adalah profesi yang tidak bisa dipandang sebelah mata sebab profesi guru langsung dicontohkan dalam Al Quran surat Albaqarah ayat 31, sebagaimana kutipan tafsirannya " Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama- nama( benda- benda )semuanya, kemudian mengemungkakannya kepada para malaikat lalu berfirman :"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"Ini berarti seorang guru memiliki kemuliaan ilmu dan keutamaan orang yang berilmu dibanding orang yang bodoh.
Oleh sebab itu berbahagialah kita yang mengemban amanah sebagai seorang guru yang selalu memberikan ilmu yang bermanfaat. Guru mendapatkan posisi yang mulia di agama. Investasi ilmu yang diberikan kepada peserta didik merupakan ladang amal yang tak pernah terputus dari Allah SWT, dan tak bisa dinilai dengan rupiah. Semakin banyak ilmu yang diberikan maka semakin banyak pertolongan untuk kita di hari akhirat.
Guru sebagai orang yang berilmu dan memiliki kompetensi paedagogik dan profesional memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan ilmu kepada peserta didiknya sebagai generasi bangsa. Peserta didik akan menampung semua curahan ilmu yang diberikan oleh guru di sekolah. Sehingga semua prilaku guru juga seharusnya jadi ilmu yang akan ditirunya untuk bekal pemimpin di masa yang akan datang.
Di saat pesatnya perkembangan teknologi menghujam bangsa ini, hingga semua generasi menunduk dengan dua jempol. Apapun yang terjadi di sekitarnya tanpa dia peduli kadang di depan mata sendiri. Oleh sebab itu guru harus mampu menjadi contoh dan model yang baik bagi peserta didiknya. Guru yang setiap hari bertemu dengan frekwensi waktu yang lebih banyak dengan peserta didik untuk menerapan pembentukan karakter siswa di sekolah.
Saat ini sudah dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang Penguatan Pendidikan Karakter(PPK) untuk mempersiapkan generasi emas dan kecakapan abad 21. Pengembangan PPK ini berdasarkan fillsofi pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara yaitu olah hati(etika), olah pikir ( literasi), olah karsa(estetika), dan olah raga (kinestetika).PPK juga sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Perpres Nomor 87 tahun 2017. Nilai karakter yang utama PPK adalah relegius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.
Seiring berkembangnya zaman nilai-nilai karakter sudah mulai memudar di tengah-tengah masyarakat kita. Oleh sebab itu nilai karakter relegius,nasionalis,gotong royong , mandiri, dan integritas perlu kita terapkan kembali mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Orang tua dan guru sebagai ujung tombak pendidik anak-anak yang harus lebih mendalami dan menanamkan nilai-nilai PPK baik di rumah maupun di sekolah
Keluarga, masyarakat, dan sekolah sebagai tripusat pendidikan memiliki peran penting dalam program PPK. PPK di sekolah dapat dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan perilaku positif guru bersama perangkat sekolah lainnya.Keteladan pendidikan bagi siswanya. b#3Ekosistem sekolah yang berkarakter. Norma, peraturan dan tradisi sekolah yang menerapkan budaya karakter PPK.
Karakter adalah garamnya pendidikan, yang akan memberikan rasa dalam berbagai cara mendidik bahan yang kita gunakan untuk mendidik melalui mata pelajaran di sekolah. Jadi guru yang harus lebih dahulu menanamkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan di sekolah dan di rumah, sehingga menjadi teladan bagi siswa.
Jumaiyah,S.Pd ( Guru SMPN 14 Dumai)

Post a Comment