Artikel Utusan : "Guru Fashionable"
Semakin lama fashion merupakan salah satu hal yang paling diutamakan dalam kehidupan. Fashion tidak saja diminati oleh kaum wanita melainkan kaum pria juga meminati perkembangan fashion, baik di Indonesia maupun mancanegara. Semakin tahun semakin banyak bermunculan fashion designer, baik untuk busana kerja, busana pengantin, dan sebagainya. Jenis-jenis busana terbagi menjadi blus, rok, celana, jas, dan lain-lain. Untuk busana kerja bagi wanita sering memadukan jas dengan rok atau celana panjang, bisa juga perpaduan antara blus dan rok atau celana panjang. Bagi kaum pria sering memadukan kemeja dengan celana panjang. Model-model busana yang bermunculanpun semakin tahun semakin bervariasi dengan corak, warna, dan model yang dibuat semenarik mungkin sehingga semakin banyak peminat dan pembeli busana yang diciptakan.
Peminat fashion mulai dari orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Tentu saja busana yang dibuat harus disesuaikan dengan usia pemakainya. Namun saat ini banyak ditemukan anak-anak yang memakai busana orang dewasa yang tidak sesuai dengan usianya sendiri. Mungkin ini dikarenakan selera fashion sang anak yang berkembang melebihi usianya, atau mungkin anak-anak ini cenderung meniru cara berpakaian orang luar negeri. Contoh-contoh tersebut dengan sangat mudah dapat dilihat melalui video youtube atau media online. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini anak-anak bisa mengakses apapun melalui smartphone yang dimilikinya.
Jika anak-anak menirukan cara berpakaian orang dewasa, sebaliknya banyak orang-orang dewasa malah mengenakan busana yang tidak sesuai dengan tingkatan usianya. Semua ini terjadi akibat selera fashion masing-masing orang berbeda-beda. Untuk penggunaannya tidak ada paksaan atau aturan khusus yang mengharuskan seseorang berpakaian sesuai usianya. Silahkan kenakan busana yang sesuai keinginan, mode, dan juga kemampuan untuk mendapatkannya.
Busana-busana model terbaru dapat dilihat di butik-butik yang ada di kota tempat tinggal kita, atau bahkan bisa dilihat melalui aplikasi belanja online seperti Tokopedia, Bukalapak, Zalora, dan sebagainya. Busana-busana yang tersedia mulai dari busana santai, busana sekolah, busana olahraga, busana muslim, busana kerja, dan lain-lain. Tidak ketinggalan jilbab, syal, dasi, topi, sepatu, dan aksesoris lain sebagai pelengkap busana. Salah satu peminat dan pengguna busana kerja adalah guru.
Sebagai seorang guru yang selalu tampil khususnya di depan siswa dan teman sejawat di tempat kerja masing-masing, guru dituntut untuk berpenampilan rapi, bersih dan menarik. Guru yang berpakaian rapi dan bersih, maka efeknya akan berimbas pada kepercayaan diri sendiri di hadapan siswa dan teman sejawat. Sejatinya manusia, jika melihat sesuatu yang indah, rapi, dan bersih semua itu akan memberi energi positif yang berdampak baik bagi pandangan mata, perasaan, dan pikiran. Jika di sekeliling kita terdapat semua yang tertulis di atas, maka kenyamanan akan didapatkan dalam lingkungan sekolah dan dalam kelas saat proses pembelajaran. Itu semua dapat terwujudkan jika para guru mau memperhatikan dan mempraktekkannya dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru.
Guru yang dalam keseharian di tempat tugasnya selalu memperhatikan penampilan, bisa jadi guru tersebut adalah guru yang sangat disenangi oleh para siswa dan teman sejawatnya. Guru yang seperti ini akan selalu dinanti-nantikan kehadirannya dan dirindukan gaya fashionnya. Guru yang fashionable dapat menginspirasi bagi kawan-kawan sesama guru dalam hal pemilihan model, corak, dan warna busana kerja. Guru tersebut juga dapat menjadikan siswa termotivasi untuk berpakaian rapi dan bersih.
Untuk berpenampilan rapi dan bersih tidak harus dengan biaya yang mahal. Sekarang ini sudah banyak produksi busana yang dihasilkan, mulai dari bahan yang berkualitas rendah, berkualitas menengah, bahkan sampai kualitas terbaik yang masing-masingnya memberikan pilihan harga yang tentu saja berbeda. Namun yang harus dipahami, busana dengan bahan baku kualitas terendah belum tentu tidak diminati oleh para konsumen. Bisa saja memang bahan bakunya berkualitas rendah, tetapi karena model dan coraknya yang dibuat semenarik mungkin, akan membuat konsumen tertarik dan ingin membelinya. Di samping itu juga, harga yang ditawarkan tentu terjangkau oleh konsumen dari semua kalangan. Dan untuk busana dengan bahan baku kualitas menengah bahkan sampai kualitas terbaik, corak, warna, dan motifnya juga mempengaruhi dalam penjualannya. Jika bahan baku terbaik dibuat dengan model asal-asalan dan motif yang kurang menarik, ditambah lagi dengan harga yang mahal, maka bisa saja busana ini tidak akan ada konsumen yang ingin membelinya.
Busana para guru yang dipasarkan sekarang ini baik secara online maupun tradisional sudah memberikan banyak pilihan mulai dari model, motif, warna, dan ukuran. Tinggal para guru yang fashionable memilih mana busana yang diinginkan. Blazer adalah pilihan yang masih mendominasi para guru dalam hal memilih busana kerja. Mulai dari pakaian dinas harian (PDH) sampai pada blazer dengan warna yang menarik yang bisa dipakai bergantian mulai dari hari senin dan seterusnya.
Guru benar-benar dituntut fashionable. Tugas berat guru diawal pembelajaran adalah dalam hal pengelolaan kelas. Jika diawal pembelajaran guru bisa menjadi sosok yang elegan di mata siswanya, maka untuk keberlangsungan pembelajaran akan lebih mudah bagi sang guru fashionable menyampaikan materi hingga akhir pembelajaran. Keberadaan guru di dalam ruang kelas ibarat seorang artis yang sedang melakukan konser dan siswa sebagai penontonnya. Jika sang guru menyampaikan materi dengan cara-cara yang mudah dimengerti siswa, ditambah lagi jika guru melakukan trik pembelajaran aktif di kelas, maka hal ini dapat memudahkan tugas guru dalam pengelolaan kelas. Bahkan sampai pada penyampaian materi secara tuntas.
Frianita Riswandi Gaban merupakan Guru SMPN 14 Dumai

Post a Comment